Fikih Bahasa Cinta
《Fikih Bahasa Cinta》
Oleh: M. Hariz Farezi Fadza
Diantara keunikan bahasa Arab ialah pemilihan huruf kosakatanya bukan suatu kebetulan, tetapi mengandung filosofi bahasa tersendiri.
Kita ambil contoh kata yang disusun dari ح ب itu mengandung makna dasar "sesuatu yang kasat mata, sangat kecil, tersembunyi, bahkan tidak terlihat (maknawi)."
Contohnya:
• Kata حَبّ atau حَبَّة yang berarti biji. Ada yang mengartikan debu yang terlihat di tengah sinar matahari. Bahkan ada yang mengartikannya sebuah atom yang tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop yang paling hebat sekalipun.
• Kata حُبّ atau مَحَبَّة yang berarti cinta. Karena memang cinta itu maknawi, bukan materi yang tampak.
• Kata حِبّ atau حَبِيْب yang berarti kekasih atau kawan. Karena ikatan yang menyatukan antar satu orang dengan yang lain tidak nampak secara materi.
Korelasi makna antar kata-kata diatas memiliki filosofi tersendiri. Karena saking kecil bahkan tidak terlihatnya حَبَّة itu, begitu juga cinta حُبّ yang sejatinya memang tidak menampakkan wujudnya, akan tetapi eksistensinya bisa dirasakan oleh para pecinta حَبِيْب.
Disisi lain, jika kita perhatikan bahwa huruf ح makhrojnya terletak di tenggorokan, dan ب makhrojnya terletak di bibir. Ketika mengucapkan حُبّ sumber suara menghasilkan getaran dari tenggorokan (yang tersambung dari paru-paru) dan berakhir dengan bibir tertutup ketika mengucap ب, sebagai isyarat bahwa cinta itu sejatinya bukan sesuatu yang diucapkan bibir, tetapi sesuatu yang bersumber dari dalam jiwa yang kemudian menghadirkan efek perhatian dan usaha nyata dalam mengekspresikan cinta tersebut.
Kairo, 5 Maret 2024
M. Hariz Farezi Fadza



Comments
Post a Comment