Generalis Sebelum Spesialis
Generalis Sebelum Spesialis
Oleh: M. Hariz Farezi Fadza
Terlepas apapun jurusanmu dalam studi agama, ada dasar-dasar ilmu yang wajib untuk dipelajari, terlepas kamu jurusan apa.
Ilmu Alat (Nahwu, Shorof, Balaghah, Mantik, Mustholah Hadits, dan Ushul Fikih) minimal udah menguasai 6 ilmu tersebut dan punya pegangan kitab yang dimutqinkan dalam setiap fan itu. Bagi tholib, ini harga mati yang harus di tempuh di awal langkahnya.
Baru setelah itu beranjak ke Ilmu Maqashid (Akidah, Fikih, Tafsir, Hadits, dan lain-lain seperti: Sirah Nabawiyah, Tasawuf, dan ilmu-ilmu lain sesuai jurusan).
Maka tak heran kita melihat di satu kitab tertentu, bahkan satu paragraf, terkumpul disana berbagai macam jenis ilmu, mustholah-mustholah dari bermacam fan ilmu terpampang disana. Baik itu Nahwu, Shorof, Balaghah, Mantiq, Ushul Fiqh, Ilmu Kalam, dsb. Kadang ada istilah jins, fashl, 'am, khosh, jauhar, arodh, tanaqudh, majaz, haqiqah, dst. Orang yang sekedar baca tanpa tahu atau pernah belajar ilmu-ilmu alat tersebut sebelumnya pasti akan diambang kebingungan dan buta dalam memahaminya.
Layaknya seorang dokter, sebelum masuk ke spesialisasi bidangnya (Dokter Gigi, Mata, Bedah, dsb), pastilah sebelum itu jadi dokter umum dulu, dengan mempelajari secara umum bidang kedokteran, minimal ketika ditanya suatu penyakit tahu harus mengarahkan kemana dan menjawab dengan jawaban yang sederhana.
Seperti seorang musisi, sebelum dia memilih menekuni genre apapun (Metal, Rock, Punk, Pop, Alternative, dsb) hal yang paling utama mesti dimiliki seorang musisi itu ya kompetensi dasar musik. Bisa main gitar, hafal kunci-kuncinya, tahu pola chord mayor & minor, tahu rumus melodi setiap kunci, punya daya insting yang kuat dalam merangkai nada dan not, paham tempo dan ketukan, dsb. Kalau gak menguasai yang demikian, patut dipertanyakan kemusisiannya.
Kita lihat semisal band Metal legend sekelas "Metallica" gak semua lagunya metal, ada yang mellow, dan mereka pasti bisa main yang mellow karena udah kuasai dasarnya. Toh, yang keras aja bisa apalagi yang slow. Sekelas "Bring Me The Horizon" band metalcore yang di awal-awal masanya lagunya scream semua, ternyata nyanyiin lagu yang mellow dengan melodi vokal yang indah pun bisa si Oliver Sykesnya. Jangan jauh-jauh lah, sekelas Peterpan/Noah yang mungkin kita kenal coraknya Pop, ternyata bisa nge-cover lagunya "Nirvana - Smell Like Teen Spirit" yang genrenya Grunge Punk, dan si Ariel bisa nyanyiin itu.
Begitu juga dalam dunia keilmuan Islam, kita kenal Imam Syafi'i bukan hanya alim fikih pendiri mazhab, tetapi juga dikenal sebagai hujjah dalam bahasa arab karena mendalami selama 20 tahun di kabilah Bani Hudzail.
Kita mungkin mengenal sosok Imam Al-Ghazali seorang ulama besar dalam tasawuf melalui Ihya Ulumuddin-nya, tapi siapa yang tahu perjalanan hidupnya meraup berbagai macam ilmu; kalam, filsafat, mantiq, fiqih, ushul fiqih, dsb. sampai menjadi rujukan para ulama saat itu. (Mujaddid abad ke-5).
Ibnu Sina, bapak kedokteran Islam, siapa yang tidak tahu bahwa ternyata semasa kecilnya sudah menghafal Al-Quran (umur 10 tahun), kemudian mendalami fikih dan ilmu-ilmu syariat lainnya sebelum kemudian mendalami filsafat dan kedokteran.
Kita mungkin mengenal Imam Jalaluddin Asy-Suyuthi, ulama berkaliber dalam bidang tafsir dan hadits, tapi siapa yang tau kalau nyatanya beliau menguasai hampir semua bidang ilmu -baik umum maupun agama-.
Siapa yang tidak mengenal sosok Syekh Ali Jum'ah, raksasa ulama masa ini yang kita ketahui keunggulannya dalam ushul fiqih, tapi disamping itu mampu menjawab segala persoalan dari berbagai sudut pandang ilmu yang dimiliki.
Dan menurut saya, band yang maushu'i yang skillnya mendewa dan bisa mencakup semua genre: Dream Theater & Avenged Sevenfold. Rock, hardcore, metalcore, punk, pop, alternative, semua ada di kedua band ini jika kita dengarkan lagu-lagunya di berbagai albumnya.
Mereka bisa memainkan berbagai macam jenis musik tanpa memandang genrenya apa karena sudah punya basic dan skill yang mendarah daging akan musik.
Maka jangan heran, sebelum menjadi spesialis, jadilah generalis, minimal yang tahu basic dan skill utama yang mesti dimiliki dalam bidang yang digeluti. Baik itu pendidikan, kedokteran, musik, dan sebagainya.
Kairo, 16 Juni 2023
M. Hariz Farezi Fadza

%20(26).jpeg)


%20(2).jpeg)



Comments
Post a Comment