Imam Al Farabi; Sang Ensiklopedis Islam dan Ahli Musik

Imam Al-Farabi; Sang Ensiklopedis Islam dan Ahli Musik

Oleh: M. Hariz Farezi Fadza


    Abu Nasr Al-Farabi (259 H - 339 H) seorang ulama ensiklopedis yang menguasai semua disiplin ilmu pada masanya, baik agama maupun umum, terlebih dalam filsafat dan musik, bahkan beliau dijuluki sebagai Al-Mu'allim as-Tsani (Sang maha guru kedua filsafat setelah Aristoteles).


    Serupa dengan Al-Kindi, Al-Farabi termasuk tokoh ilmuwan Islam yang mengembangkan seni musik. Bahkan sejarah mencatat bahwa beliaulah penemu not musik (nagham), yang kemudian dijabarkan dalam karya monumentalnya "al-Mūsīq al-Kabīr" (The Great Book of Music). Ilmu dasar musik tercantum dalam karya fenomenal tersebut. Kitab itu pun menjadi rujukan utama para musisi klasik barat.

    Dalam kitabnya tersebut, Al-Farabi memperkenalkan dan membahas tentang sistem pitch. Yakni perihal tinggi atau rendah nada dalam suatu bunyi dan getaran yang dihasilkan oleh instrumen maupun suara manusia. Semakin banyak getaran, maka nada yang akan dihasilkan akan semakin tinggi.

    Selain hal tersebut, dalam kitab al-Mūsīq al-Kabir, Al-Farabi juga menulis tentang daya magis musik yang mampu mempengaruhi dan mengendalikan aktivitas emosi. Misalnya, ketika mendengar nada yang riang, pendengarnya akan cenderung merasakan hal serupa. Begitupun ketika terlantun nada yang sedih, pendengar secara tak sadar akan terbawa arus kesedihan.




    Suatu ketika Al-Farabi pernah diundang pada sebuah jamuan makan malam di istana Raja. Saat itu sang Raja berada di singgasana mewah bersama para menteri, tabir dan keluarganya.

    Kemudian Al-Farabi mengucapkan salam lalu bertanya kepada sang Raja: "Apakah saya akan duduk dimanapun yang saya kehendaki atau yang paduka kehendaki?". Sang Raja menjawab: "Duduklah dimanapun yang engkau kehendaki". Al-Farabi pun senantiasa maju sampai duduk di singgasana tersebut dan berdempetan dengan sang Raja. Lalu sang Raja berbicara dengan tabirnya menggunakan sebuah bahasa kuno yang tidak dipahami oleh selain mereka: "Orang ini tidak memiliki etika". Dijawab oleh Al-Farabi dengan bahasa yang sama: "Saya hanya ingin dekat denganmu paduka". Sontak sang Raja kaget dan bertanya: "Engkau paham bahasa ini?", Al-Farabi menjawab: "Iya, bahkan 70 bahasa lainnya".

    Sang Raja bertanya lagi: "Apakah engkau mengetahui semua disiplin ilmu?", ia menjawab: "Keseluruhannya". Lalu dipanggilkan semua pakar ilmu yang berbeda-beda untuk menguji kemampuannya. Setelah melewati diskusi dan perdebatan panjang, terbuktilah pendapat Al-Farabi lebih kuat sedangkan pendapat mereka lemah.



    Setelah beberapa saat sambil menyatap makan malam. Sang Raja memanggil para pakar melodi dan maqamat (alunan nada) untuk memberikan hiburan melalui musiknya. Al-Farabi mengatakan kepada Raja: "Mereka telah salah dalam memasang (menyetel alat musik) dan membawakan melodi. Not lagunya tidak teratur". Raja bertanya kepadanya: "Engkau juga tahu seni musik?". Dijawab: "Iya", ditanya lagi: "Apakah engkau bisa merangkainya juga?", "Iya". Sang Raja memintanya untuk memainkannya.

    Kemudian Al-Farabi mengambil dikantongnya sebuah alat untuk dimainkan, lalu ia rangkai dengan satu format kemudian ia mainkan, maka tertawalah semua yang ada di majelis (karena ia membawakan musik dengan nuansa yang jenaka). Kemudian ia rangkai lagi dengan format lain dan memainkannya, maka menangis semua yang ada di majelis (sebab melodi sedih yang dibawakan). Dan sekali lagi ia rangkai dengan format lain dan memainkannya, maka seketika sang Raja tertidur beserta semua yang ada di istana, lalu ia meninggalkan mereka dan keluar.




Kairo, 4 April 2023
M. Hariz Farezi Fadza

Sumber:
• Youtube: "Music & Al Farabi | Syekh Usamah Al Azhari"
https://www.nu.or.id/nasional/al-farabi-bermain-musik-pendengarnya-tertawa-menangis-tertidur-sL4Ae
https://islamdigest.republika.co.id/berita//q88wpx483/daya-magis-musik-dalam-kitab-al-farabi?

Comments

Popular Posts