Pengulangan Ayat di Surat Ar-Rahman
"Pengulangan Ayat di Surat Ar-Rahman"
Oleh: M. Hariz Farezi Fadza
Siapa yang tidak mengenal ayat yang satu ini.
{فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ}
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Yap, ayat tersebut terulang sebanyak 31 kali. Akan tetapi pengulangan tersebut bukan sekedar pengulangan tanpa makna, tapi memiliki sebab-sebab dan hikmah yang bisa kita perhatikan melalui ulasan berikut:
1. Ayat ini merupakan ayat yang pengulangannya paling banyak dalam Al Quran.
2. Pengulangannya diawali dengan pengantar yang indah. Datang setelah 12 ayat pertama yang akhirannya sama, diantaranya kalimat المِيْزَان yang terulang tiga kali berturut-turut tanpa kecacatan (lafaz maupun makna) dan rasa bosan. (Baca ayat: 7-9).
3. Ayat ini diulang 8 kali setelah ayat-ayat yang menggambarkan keajaiban ciptaan Allah di alam semesta ini (Ayat 5-30).
Kemudian diulang 7 kali setelah ayat-ayat yang berbicara tentang peringatan, ancaman neraka beserta 7 pintunya dan pedihnya azab (Ayat 31-45).
8 kali setelah mensifati dua surga pertama dengan jumlah 8 pintu surga (Ayat 46-61). Kemudian 8 kali berikutnya setelah mensifati dua surga kedua (Ayat 62-78).
Diantara rahasia angka-angka tersebut, barangsiapa yang meyakini 8 yang pertama (keajaiban ciptaan-Nya) serta mengimani dan mengamalkan petunjuk-Nya, maka ia layak memasuki 8 pintu surga tersebut, dan dilindungi dari 7 pintu neraka.
4. Corak utama ayat ini adalah menyebutkan limpahan nikmat yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya, dan setiap kali disebut nikmat-nikmat itu, disebut juga ayat itu bersamaan, sebagai penetapan dan penguatan akan adanya nikmat-nikmat tersebut atas kehendak dan kuasa-Nya, sehingga tidak ada celah untuk mendustakannya.
5. Tetapi di beberapa ayat ada yang berbicara tentang azab dan neraka (baca ayat 41-45), itu kan ancaman bukan nikmat?
Jawabannya: Kalau direnungi lebih dalam, bahwa adanya peringatan, ancaman dan penjelasan tempat kembali orang-orang yang zalim itu di neraka sehingga dapat mencegah manusia jatuh kepada hal tersebut, juga termasuk nikmat; karena melaluinya kebaikan tersampaikan, keburukan pun mudah dijauhkan.
Wallahu a'lam.
Kairo, 20 Desember 2022
M. Hariz Farezi Fadza
📕 متشابه القرآن الكريم دراسة نظرية وتطبيقية (مقرر السنة الرابعة "شعبة التفسير")



Comments
Post a Comment