Memahami Makna Takhossus (Spesialisasi)

"Memahami Makna Takhossus (Spesialisasi)"

Oleh M. Hariz Farezi Fadza


    Kekeliruan yang sering ditemukan pada penuntut ilmu saat ini: "Saya kan jurusan syariah ngapain belajar mantik, saya kan jurusan tafsir ngapain belajar ushul fikih, saya kan jurusan lughoh ngapain belajar mustholah hadis, dst."

    Iya, kesalahan dalam memahami makna takhossus (spesialisasi) itu sendiri. Kita mungkin menyangka Imam al-Syafi'i seorang imam mazhab yang unggul dalam bidang fikih saja, tapi siapa yang tahu kalau beliau selama 20 tahun mendalami bahasa Arab di kabilah paling fasih saat itu (baca: Bani Hudzail).

    Kita mungkin mengenal sosok Imam al-Ghazali seorang ulama besar dalam tasawuf melalui Ihya Ulumuddin-nya, tapi siapa yang tahu perjalanan hidupnya meraup berbagai macam ilmu; kalam, filsafat, mantik, fikih, ushul fikih, dsb. sampai menjadi rujukan para ulama saat itu (Mujaddid abad ke-5).

    Kita mungkin mengenal Imam Jalaluddin al-Suyuthi, ulama berkaliber dalam bidang tafsir dan hadis, tapi siapa yang tahu kalau nyatanya beliau menguasai hampir semua bidang ilmu -baik umum maupun agama-.

    Siapa yang tidak mengenal sosok Syekh Ali Jum'ah, raksasa ulama masa ini yang kita ketahui keunggulannya dalam ushul fikih, tapi disamping itu mampu menjawab segala persoalan dari berbagai sudut pandang ilmu yang dimiliki.

    Dan ulama-ulama lainnya. Mereka memang memiliki ciri khas dan keunggulan dalam suatu bidang, tapi ilmu-ilmu syariat secara umumnya pastinya sudah dilahap habis sebelumnya. Itulah makna takhossus sebenarnya. Bukan belajar satu, kemudian menjauhi ilmu-ilmu yang lain karena sangkaan tidak sejalan dengan spesialisasinya.


    Ilmu itu satu kesatuan bung, saling terikat satu sama lain. Kalau tidak dipahami secara menyeluruh, potensi salah pahamnya lebih besar dan berbahaya dari orang yang tidak tahu sama sekali.

    Ada solusi praktis yang disuguhkan oleh Syekh Hisyam Kamil dalam masalah ini:

اعرف شيئا عن كل شيء، واعرف كل شيء عن شيء
   "Ketahuilah sesuatu dalam berbagai macam sesuatu, dan ketahuilah berbagai macam sesuatu dalam sesuatu."

    Maksudnya "Sesuatu dalam berbagai macam sesuatu" ialah mengetahui setiap bidang ilmu walaupun secara global, jadi ketika engkau ditanya suatu permasalahan dalam suatu bidang ilmu walaupun itu bukan spesialisasimu, setidaknya engkau mampu menjawabnya dan tahu akan permasalahannya.

    "Berbagai macam sesuatu dalam sesuatu" ialah ketika engkau memilih suatu bidang ilmu sebagai spesialisasi dalam jurusanmu, kemudian mendalami secara mendetail semua permasalahan-permasalahannya dari alif sampai ya'nya.


Kairo, 24 Februari 2022
M. Hariz Farezi Fadza




Comments

Popular Posts