Sekapur Sirih

“DIKSI”

Ilmu, Kebaikan, Cinta


    Trilogi diksi ini terinspirasi dari salah satu kutipan Prof. Dr. M. Quraisy Shihab, MA. dalam buku “Islam yang Saya Anut”, yang menjelaskan tentang 3 perkara yang dicari oleh Nabi Adam as. ketika turun di bumi: Kebenaran, Kebaikan, dan Keindahan. Kebenaran diperoleh melalui Ilmu, dan Kebaikan dihasilkan oleh budi pekerti, sedangkan Keindahan disingkap melalui seni.

    Dari tiga perkara tersebut, terbesit ide dan inspirasi untuk menyusun sekumpulan tulisan yang berlatabelakang pengetahuan, semangat, pengalaman, nasihat, motivasi, dan rasa yang seringkali muncul dan menghiasi isi kepala sang penulis. 

    Maka penulis menamainya sebagai “Diksi” yang menggambarkan intisari makna yang terkandung dalam pikiran dan hati penulis untuk dituangkan –meskipun sejatinya tidak sebagaimana hakikatnya, karena rasa begitu luas dan dalam untuk diluapkan dalam sebuah tulisan-. Kemudian terbagi menjadi 3 bagian utama yang menjadi poros tema dari Diksi ini; Diksi Ilmu, Diksi Kebaikan, Diksi Cinta.

    Sekilas menjelaskan makna umum dari setiap diksi tersebut: 

    “Diksi Ilmu”, akan mengajak pembacanya mengitari angkasa dan samudera ilmu pengetahuan, terlebih khusus ilmu syariat yang dimana penulis sendiri menekuni bidang itu. Semua faidah dan pengetahuan yang bisa penulis sampaikan akan tertulis dalam diksi ini sebagaimana yang akan terbit setelahnya.

    “Diksi Kebaikan”, menghimpun sekumpulan makna akan nilai-nilai kehidupan, motivasi hidup dan perjuangan, nasihat-nasihat kebaikan, filosofi hidup, akhlak, dan segalanya yang terkait dengan makna kebaikan. Diksi ini akan berusaha mengobarkan jiwa para pembaca, menjadi bahan bakar untuk mengisi tekad dan semangat menghadapi tantangan hidup, serta mengarahkan pembaca untuk senantiasa selalu menghiasi diri dengan cahaya kebaikan serta menebarkannya kepada setiap makhluk yang ada disekitar.

    “Diksi Cinta”, sebuah diksi keindahan yang berusaha menyejukan jiwa, meneduhkan hati yang tabiatnya haus akan cinta dan kedamaian. Tak banyak berputar dalam ruang akal dan analisis, melainkan berporos pada Bahasa hati dan rasa. Karena diksi ini berusaha menebarkan nuansa cinta bagi setiap yang pandai merasa.

    Selamat menyelami dan mengarungi makna Diksi ini. Semoga menjadi petunjuk dan kebaikan bagi setiap yang berjuang melalui Diksi ini. Selamat berpetualang.


M. Hariz Farezi Fadza

Comments

Popular Posts