Apa Fungsimu Wahai Manusia?"

"Apa Fungsimu Wahai Manusia?"

Oleh: M. Hariz Farezi Fadza


    Manusia itu ketika merenungi ciptaan-ciptaan Allah yang ada di alam semesta ini, ia akan mendapati bahwa alam seisinya ditundukkan demi kemaslahatan hidupnya.

    Lihat dan perhatikanlah alam dan sekelilingnya, setiap yang rendah kedudukannya berfungsi memberi manfaat kepada yang lebih tinggi.

    Benda tak bernyawa seperti matahari, bulan, gunung, udara dan semua unsur langit dan bumi melayani tumbuh-tumbuhan untuk berkembang dan memiliki nilai gizi. Dan tumbuhan itu melayani binatang-binatang. Dan binatang-binatang itu pula diperuntukkan bagi manusia sebagai bahan pangan, kendaraan, dan sebagainya.

    Semua silsilah pelayanan itu berujung kepada pelayanan manusia, dan segalanya ditundukkan untuk kemaslahatan hidupnya.


    Namun, dari semua bentuk pelayanan ini, muncul pertanyaan. Apa fungsimu wahai manusia? Dan siapa yang engkau layani wahai manusia?

    Maka, seyogyanya bagi manusia yang berakal untuk mencari arti dan maksud keberadaannya di dunia ini. Karena terkadang manusia menemukan banyak hal yang diluar kemampuan di dunia ini. Dari itu, ia mencari-cari siapa yang mengadakan kemampuan itu, yang kemudian menundukkannya kepadanya, bahkan sebelum ia memilki kemampuan itu.

    Dan lagi-lagi, bentuk kasih sayang Allah kepada manusia, Dia mengutus seorang utusan untuk menjawab semua teki-teki kehidupannya, mengantarkannya dari kegelapan ketidaktahuan menuju cahaya penuh hikmah dan pengetahuan.

    Dalam hadits qudsi, Allah swt. berfirman:
يا ابن آدم، خلقتُ الأشياء من أجلك، وخلقتك من أجلي
    "Wahai anak Adam! Aku ciptakan segala sesuatu demi (kemaslahatan)mu. Dan aku menciptakanmu demi (mengabdi kepada)-Ku."


    Inilah jawaban dan petunjuknya, sekaligus penjelasan dari makna ayat:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ•مَآ أُرِيدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ•إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
    "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh." [51: 56-58]


# Petikan Hikmah dari kitab "Aqīdatunā" karya Syekh Dr. Muhammad Robi' Jauhari (Guru besar Akidah Filsafat di Universitas Al Azhar).

Comments

Popular Posts